Selasa, 26 April 2016

Minggu, 12 Oktober 2014

Zuriyat Kerajaan Brunei Darussalam di Kerajaan Kutaringin Barat



Suatu saat berabad abad dimasa yang lalu di Kerajaan Brunei Darussalam sedang diserang penjajah, Sultan Abdul Lahir memerintahkan anaknya yang bernama Empuan Ahmad dan Empuan Jafar untuk pergi meninggalkan Kerajaan Brunei Darussalam demi keselamatan ..

dalam pengembaraannya mereka sampai di kerajaan Kutaringin (sekarang Kotawaringin Lama - Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah - Indonesia) yang sudah menjadi Kerajaan Islam, Empuan Ahmad kemudian bergelar Pangeran Sukma Dilaga karena beristri saudara Sultan Imanuddin,  Pangeran Sukma Dilaga kemudian memiliki anak Bernama Pangeran Tumenggung,

dari Pangeran Tumenggung akhirnya memiliki anak bernama Pangeran Tumenggung Citra Negara yang merupakan perdana menteri urusan dalam dan luar negeri Kerajaan Kutaringin Barat - Pangkalan Bun

Pangeran Tumenggung Citra Negara memiliki anak yang menjadi ulama dimasa itu, anak beliau bernama H.Gusti Sulaiman Mubarak

H. Gusti Sulaiman Mubarak memiliki anak bernama Gusti Hasyim, Gusti Hasyim memiliki anak Bernama Gusti Muhammad Husaini dan kemudian Gusti Muhammad Husaini memiliki anak bernama Gusti Muhammad Baihaqi....

Jika kita melihat photo maka 

" yang paling kiri bernama Pangeran Tumenggung Citra Negara, beliau bisa dibilang menteri atau perdana menteri mengurus urusan luar negeri dan dalam negeri kerajaan Kutaringin"

"yang ditengah adalah Raja, bernama Pangeran Ratu Anom Kusuma Yuda bin Pangeran Ratu Ahmad Hermansyah"

" yang paling kanan adalah Panglima Perang yang Sakti mandraguna ditakuti oleh semua lawannya dan ditakuti Belanda, beliau bernama Pangeran Jaksa Sukarma"

"yang tidak kamu lihat disini adalah Datuk Pangeran Bendahara yang bertugas menjaga daerah Maritim atau perairan di dermaga Kumai,, beliau memiliki anak bernama  Sayid Abdurrahman Al Habsyi"

"Raja atau Pangeran Ratu Anom Kusuma Yuda, orang yang khawas,,, Belanda masih sampai di muara saja beliau sudah mengetahui,, Begitu juga Panglima perangnya yaitu Pangeran Jaksa Sukarma sangat ditakuti Belanda karena kesaktiannya,, suatu saat diceritakan para penjajah ingin bernegosiasi dan bertemu langsung di meja perundingan, Pangeran Jaksa Sukarma membuat penjajah tercengang dan gentar dengan sengaja menyuruh tongkatnya berjalan membagikan rokok kepada utusan penjajah.
 
cerita ini penulis dapat dari Gusti Muhammad Baihaqi (2014) yang masih merupakan zuriyat Pangeran Tumenggung Citra Negara, apabila ada kesalahan  maka mungkin bisa merujuk kepada kitab sejarah kerajaan Kutaringin Barat ( Pangkalan Bun , Kotawaringin Barat , Kalimantan Tengah , Indonesia)